Semua tulisan dari dinkesbjb

DIABETES TAK PANDANG STATUS PENDIDIKAN MAUPUN JABATAN

Penyakit tidak menular saat ini sudah sangat diperhatikan, hal ini dikarenakan tingginya prevalensi penyakit-penyakit tidak menular di kalangan masyarakat. Salah satu penyakit tidak menular saat ini yang terus mengalami peningkatan adalah Diabetes Mellitus (DM). International Diabetes Federation (IDF) Tahun 2015 mencatat 415 juta jiwa orang dewasa mengalami Diabetes Mellitus (DM), angka tersebut 4 kali lipat dibandingkan angaka Tahun 1980 an. Pada Tahun 2015 prevalensi orang dewasa yang mengalami Diabetes Mellitus (DM) adalah 8,5 % atau sebanding dengan 1 dari 11 orang dewasa. Pada Tahun 2040 diperkirakan perbandingan orang dewasa yang mengalami Diabetes Mellitus (DM) akan meningkat menjadi 1 banding 10 orang.

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) kebanyakan memang dialami oleh orang dewasa. Hal ini disebabkan karena Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif yakni penyakit yang akan muncul seiring bertambahnya usia dan menurunnya fungsi organ maupun jaringan di dalam tubuh. Pada Tahun 2015, Indonesia menjadi negara ke tujuh dunia yang memiliki prevalensi Diabetes Mellitus tertinggi dengan jumlah estimasi 10 juta orang penderita Diabetes Mellitus (DM). Diabetes Mellitus (DM) dengan komplikasi menjadi penyebab kematian tertinggi ke tiga di Indonesia.

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT

Survey Kepuasan Masyarakat yang dilaksanakan pada Tahun 2019 sudah selesai dilaksanakan. Mulai dari pengumpulan data, penginputan data dan analasis data diperoleh hasil dengan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yaitu 84,95 dengan nilai BAIK.

Surat Edaran Kewaspadaan Importasi Penyakit Monkeypox

Berdasarkan Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor : SR.03.04//1169/2019, tentang : Kewaspadaan Importasi Penyakit Monkeypox, tanggal 13 Mei 2019. Dimana telah terjadi satu kasus konfirmasi Monkeypox (MPX) pertama di Singapura pada tanggal 9 Mei 2019, kasus adalah warga Negara Nigeria yang merupakan salah satu negara endemis Monkeypox, yang berkunjung ke Singapura pada tanggal 28 April 2019 dan dinyatakan positif terinfeksi virus Monkeypox (MPXV) pada tanggal 8 Mei 2019. Kasus dan 23 orang yang kontak erat dengannya telah dikarantina.

Untuk mengantisipasi dan kewaspadaan terhadap importasi penyakit Monkeypox ini, diminta kepada Rumah Sakit dan Puskesmas untuk

1. Menyebarluaskan informasi tentang Monkeypox kepada masyarakat

2. Meningkatkan kewaspadaan jika ada pasien dengan gejala yang diduga terkait Monkeypox

3. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, petugas kesehatan selalu menggunakan peindung diri (minimal masker dan sarung tangan)

4. Jika menemukan kasus suspek Monkeypox, segera laporkan ke Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Seksi Surveilans dan Imunisasi (Telp.0511-4781588)

Kontak Person :

– Sri Wahyuningsih, SKM : 08125020192

Nurul Awliya, SKM, M.Kes : 085248877152